Biografi_koe
Lalu Shafwan Hadi El-Wathan lahir dari pasangan H. Lalu Moh. Mansur dan Hj. Raehanah di Pajangan sebuah kampung bernama Pajangan pada hari selasa malam tanggal 26 Juni 1989. Merupakan anak ke-4 dari empat bersaudara, namun kedua saudarnya yang paling besar telah meninggal dunia ketika dia belum lahir. Memulai masa kecil di Desa Karang Baru Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB. Desa tempat tinggalnya adalah sebuah desa yang terletak di lereng Gunung Rinjani sehingga hawanya sangat dingin sampai mencapi 20oC.
Masa SD
Mulai masuk sekolah dasar di Madrasah Ibtida’iyah (MI) di desa Karang Baru pada tahun 1996. sejak duduk di kelas satu ia merupakan anak yang lumayan menonjol di kalangan siswa lainnya walaupun ia adalah anak yang bisa dikatakan manja ketika masa itu. Setelah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar tersebut selama enam tahun dia akhirnya lulus pada tahun 2001 dengan NIM yang tidak begitu buruk, 42.
Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Narmada
Setelah lulus SD pada tahun itu juga Wathan (panggilan akrab selain Adi atau Shafwan) diserahkan oleh kedua orang tuanya di sebuah Pondok Pesantren yang dikenal dengan nama Nurul Haramain NW Narmada, sebuah pondok pesantren yang berkiblat pada system pengajaran Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Slafi Pancor LOTIM. Kedua kiblat yang cukup mempengaruhi kegiatan pengajaran di pondok itulah yang membentuk para santrinya berfikir modern namun tetap dalam batas-batas ajaran islam yang telah ditetapkan oleh Allah, Rasul, dan para ulama’-ulama’ salafi dulu. Namun salah satu kekurangan yang cukup nampak dari penerapan system tersebut adalah para santri kurang focus dalam bidang agama sehingga itu menuntut mereka untuk berusaha dan ikhtiyar yang lebih untuk menjadi santri yang berpandangan ke depan namun tetap memegang teguh prinsip agama.
Shafwan pun begitu, dengan segenap daya ia berusaha untuk menjadi santri yang baik serta berpandangan modern walaupun kenyataannya itu sangan sulit untuk diwujudkan dan sekarang masih dalam tahap ikhtiyar.
Wathan merupakan laki-laki yang kurang pergaulan (kuper) terhadap perempuan. Ini membuatnya jarang mempunyai teman-teman cewek apalagi untuk pacaran. Ia mulai kenal dekat dengan cewek ketika menginjak umur 15 tahun (baru masuk Madrasah ‘Aliyah). Seorang cewek (masih keluarga pondok) bernama Yunita yang waktu itu sedang duduk di kelas dua Madrasah Tsanawiyah di pondok yang sama (namun dibedakan antara putra dengan putri yang jarak pondoknya kira-kira 200 meter) pertama kali nerkenalan dengannya. Namun selama dua tahun ia tidak pernah bertatap muka langsung dengan cewek itu dan berkomunikasi hanya melalui surat. Pertemuan pertamanya terjadi ketika ia duduk di akhir kelas II ‘Aliyah di koperasi pondok. Namun setelah itupun ia msih grogi bila bertemu cewek.
Di akhir kelas tiga tepatnya setelah mengikuti Ujian Akhir, ia berhasil menyatakan cinta kepada Yunita dan mulai menjalani pacaran jarak jauh yang sangat jarang bertemu.
Wathan sangat senang mendengar musik sehingga itu membuatnya terobsesi untuk belajar alat musik gitar. Namun karena tidak ada yang main drum ketika ia dan keempat orang temannya membentuk sebuah grup band, maka iapun beralih ke drum. Band pertama yang di bentuk diberi nama La-Viola Band yang sempat merekam dua buah lagu ciptaan mereka dan menyerahkan demonya di sebuah radio swasta di Mataram. Selain itu mereka juga sering manggung disetiap acara yang diadakan di pondok dan pernah juga mengikuti pestival musik yang diadakan oleh LA Light di Taman Mayura di Cakranegara Mataram walaupun tidak mendapat peringkat apapun namun cukup memberikan panglaman berharga untuk kelimanya.
La-Viola Band tetap eksist sampai wathan dan teman-taman seangkatannya tamat dari pondok setelah menempuh pendidikan selama 6 tahun (3 tahun MTs dan 3 tahun MA) pada tahun 2007.
Kimia Fakultas MIPA UNRAM
Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya di pondok iapun mencoba mengikuti UMPTN dan lulus di UNRAM Fakultas MIPA Jurusan KIMIA. Kehidupan perkuliahan pertamanya sangat dirasakan berat karena tidak ada dasar-dasar pelajaran kimia yang di pelajari ketika MA sebagai penunjang dalam pembelajarannya di kuliah. Namun dengan kerja keras dan bantuan teman-temannya ia berhasil mencapai IP 3,05 di semester I yang diarasakan sangat tinggi baginya ketika memulai pelajaran kuliah.
Kisah percintaannya dengan Yunita akhirnya berakhir ketika ia menginjak semester II. Rupanya Yunita telah merasa diabaikan dan kurang diperhatikan karena jarak yang memisahkan mereka dan lebih memilih cowok lain yang sedesa dengannya. Keadaan yang begitu berat dirasakan Wathan waktu itu karena baginya Yunita merupakan cinta pertamanya. Namun ia mencoba mengambil hikmah dari itu semua, semenjak itu ia telah berusaha menjadi cowok yang supel dan mudah bergaul apalagi dengan cewek yang walaupun sampai saat ini ia tidak berniat untuk pacaran sampai ada yang bisa menggantikan ceweknya yang dulu.
Karir La-Viola Band juga akhirnya berakhir ketika ia masuk kuliah, ini disebabkan karena para personilnya tidak lagi dapat bersama karena kuliah di tempat yang berbeda-beda. Namun ia tidak begitu saja mengubur impiannya, diakhir semester I ia berhasil membentuk band baru dengan teman-temannya di kimia yang diberi nama Chemistry Band dan sejak itu sampai sekarang tetap latihan walaupun tidak sering karena kasibukan kuliahnya di KIMIA.
Wathan merupakan penggemar berat serial manga jepang “naruto” dan beberapa komik jepang lainnya seperti Detektif Conan, Deathnote, dan lain-lain. Band yang sangat disukainya adalah Linkin Park, Avril Lavigne, Bondan feat Fade2Balack dan lain sebagainya. Ia juga sangat suka membaca buku apalagi novel dan cerpen (sering mencoba mnulis dikala santai) dan menonton film. Pengarang favoritnya adalah Afifah Afra Amatullah, Helvy Tiana Rosa, dan Pipiet Senja dan beberapa penulis lainnya.
Kini Wathan sedang menyelesaikan kuliahnya di Kimia Fakultas MIPA UNRAM.
